| Selasa, Juli 31, 2007 |
| Oeniversitat van Kapiitalist |
Tadi siang, ik sempet menonton atjara "Absolute 2020" di Metro TV. Di atjara itoe sedang diberitaken mengenai doenia pendidikan di Amerika Sjarikat. Roepanja tjaroet-maroet doenia pendidikan tida hanja terdjadi di Nagri Indonesia kita tertjinata inih. Sebenernja, berbitjara tjaroet-maroet doenia pendidikan, setiap negara sehaibat apapoen pasti mempoenjai hal seperti itoe. Tapi iang terdjadi di Amerika, menoeroet lipoetan "Absolute 2020" sangat mentjengangkan.
Iang pertama, di Amerika, seorang atlet olahraga, baek itoe atlet Football, Rugby, Basket atawa Softball, dianggap orang soetji oleh sekolah mereka kerna mereka itoe laksana pahlawan. Makloem, penghargaan terhadep atlet di Amerika sangatlah besar. Djadi, sebesar apapoen kesalahan baek itoe kesalahan iang bersipat kriminil iang dilakoekan oleh seorang atlet, nistjaia pengadilan aken meringankan hoekoeman si atlet bahkan membebaskannja.
Pihak sekolah poen berlakoe seperti itoe. Walaoepoen dia atlet, djika dia melakoekan pemerkosaan, djoestroe sang korban iang dikeloewarkan dari sekolah, boekannja si atlet itoe. Kerna itoe tadi, atlet dipandang sebahage orang soetji. Mangka itoe tida heran djika para Atlet-peladjar dan djoega atlet amatiran maoepoen profesional di nagri onkel Sam itoe, soeka berlakoe se-enak mereka, seperti memerkosa, merampok, keboet-keboetan di djalan, dan laen-laen.
Salah satoe iang diwawantjara, adalah satoe mantan mahasiswi University of Collorado, diaorang doeloe mantan atlet football iang pada soewatoe malam diperkosa oleh doewa orang atlet Rugby pada satoe pesta sekolah. Sebenarnja diaorang tida dikeloewarkan dari kampoes sampe diaorang memberikan kesaksian di pengadilan bahoewa masih ada doewa orang siswi iang diperkosa setjara belgiliran pada pesta itoe. Kerna kesaksian itoe, beasiswanja di University of Collorado ditjaboet, dan dia haroes poetoes sekolah. "They do it just like wearing a clothes and go exercise." katanja.
Lipoetan kedoewa, mengenai banjaknja siswa-siswa iang sebenernja pinter en djenioes diaorang poenja otak, tetapi kerna diaorang poenja ekonomi sebahage menengah kebawah, maka diaorang tersingkir oentoek bisa masoek salah satoe Oeniversitat terkenal di Amerika seperti Harvard, Stanford, Yale, Collorado, bahkan MIT. Dalem lipoetan itoe dipaparkan bagemana pihak Oeniversitat lebih memilih anak-anak orang kaia ketimbang merekaorang iang pinter.
Mereka selaloe memasoekkan anak-anak direktoer peroesahaan besar ataoe anak-anak mereka iang namanja terpampang di madjalah Forbes ataoe madjalah Time sebahage 400 orang terkaia di Amerika. Melihat hal ini, Rektor University of Duke mengakoei, setiap tahoennja mereka menerima 50% mahasiswa baroe iang ditolak dari Oeniversitas-oeniversitas terkenal di Amerika kerna masalah finansial.
Hal ini sebenernja soedah tidak asing lagi bagi kita iang idoep di Indonesia. Meskipoen tidak separah di Amerika. Kerna njatanja Oeniversitat Negeri terkenal di Indonesia sekaliber UI/ITB sahadja maoe menerima mahasiswa iang berkemampoewan finansial paas-paasan melaloei djaloer beasiswa/kemitraan. Inilah sebahagemana satoe pepatah Djawa bilang: "Djer Basoeki Mawa Beja" iang berarti: "Orang iang maoe pintar itoe haroes memboetoehkan biaja."
...sesoeng- goehnja gadjih dari pekerdjaan koweorang itoe hanjalah seboewah bonoes itoepoen ... Ik maoe tjerita sedikit mengenai apa iang ik alamin sebahage tjalon mahasiswa baroe di Institoet Teknologi Bandoeng (ITB) itoepoen. Seperti iang oeda diketahoewin, ITB setiap tahoennja selaloe mengadakan Oedjian Saringan Masoek/USM baik itoe terpoesat maoepoen di daerah. Dan ik kebetoelan ikoet iang di daerah, tepatnja di Djakarta. Dan Alhamdoelillah, ik dapet dan lolos sebahage tjalon mahasiswa baroe djoeroesan Arsitektoer.
Dengan membajar SDPA (Soembangan Dana Pengembangan Akademik) atawa bahasa kasarnja Wang Pangkal, iang menoeroet oekoeran keloewarga kami sangat mahal itoe, (Rp. 45djoeta), ik mendjahadi sjah diterima di ITB. Dan seboelan iang laloe, bertepatan dengan waktoe SPMB, seloeroeh tjalon mahasiswa iang berasal dari USM baik terpoesat maoepoen daerah diharoeskan mendaftar oelang di Saboega (Sasana Boedaia Ganesha) ITB. Disitoe dikoempoelkan berbahage persjaratan iang soedah ditentoekan seperti Foto, STTB, SKH-UN SMA, dll.
Nha, pada boelan Agoestoes tepatnja tanggal 1 besok, ik diharoeskan kombali lagih ke Bandoeng dengan membawa persjaratan laen iang menoeroet ik poenja bapa-iboe adalah melanggar atoeran hoekoem dan privasi. Diantaranja: Rek. Listrik, Rek. Telpon, PBB (seloeroehnja 3 boelan terachier). Apa goenanja itoe? Ditambah lampiran Slip Gadji orang toewa poela! Sepengetahoewan ik dan orang-toewa ik, di Oeniversitat laen tida ada hal-hal matjem begitoe. Apa pihak ITB masih tidak pertjaia djoega, bahwa kami ini mahasiswa iang (boekannja sombong) berasal dari kalangan iang bisa dibilang tjoekoep mampoe? Apa pihak ITB masih tidak mempertjaiai kami iang telah membajar SDPA iang begitoe mahal?
Di UI (Oeniversitat Indonesia) sahadja, hal itoe (meminta data ekonomi keloewarga) dilakoekan semata-mata karena besaran SDPA iang berlakoe antar mahasiswa dapat berbeda berdasarkan tingkat ekonominja. Hal itoe wadjar berlakoe. Perloe diingat, ik sebahage tjalon mahasiswa baroe di ITB itoe tida hanja modal dengkoel! Banjak pertimbangan-pertimbangan sebeloem ik memoetoeskan ikoet test di kampoes Gadjah itoe. Termasoek pertimbangan biaja! Ik pikir orang toewa ik soedah memboewat kepoetoesan dengan risiko besar ketika mempebolehkan ik masoek ITB. Termasoek resiko Biaja djoega. Orang toewa ik tentoenja soedah memikirkan djoega kedepannja nanti bagemana.
Teroes terang hal itoe sangat menjinggoeng perasaan ik poenja orang toewa. Kami boekannja sombong, tapi kami seakan tidak dipertjaia. Ditambah lagi peratoeran-peratoeran iang tertjantoem di kertas-kertas iang diberikan ITB banjak iang poenja nada mengantjam. Seperti: "Ketidaklengkapan data akan mempengaruhi Biaya Semester 1 dan 2" So what? Oeroesan berapa rekening listrik, telpon dan PBB keloewarga itoe, boekan meroepakan hak soewatoe Oeniversitat komersial oentoek mengetahoewinja. Ketjoewali, kaloe dia itoe adalah satoe akademi iang dibiajai pemerentah, seperti AKIP, AIM, AKMIL, AKPOL, IPDN, ataoe AAU. Itoe masih bisa dimakloemi kerna pemerintah djangan sampe ketjolongan membiajai orang mampoe menggoenakan oewang rakjat. (Walaoepoen biasanja iang masoek akademi-akademi itoe adalah anak para birokrat petinggi Instansi dimaksoed).
Ik tida bisa baiangkan bagemana sikap orang toewa calon mahasiswa iang mereka adalah Direktoer BUMN (Salah satoe tjalon mahasiswa baroe 2007 ada iang Orang toewanja adalah Direktoer Bank besar), ataoe Direktoer peroesahaan besar. Pasti merasa dipermainkan. Mereka djoega pasti aken berpikir: "Apa tida tjoekoep dipertjaia kami iang telah membajar SDPA iang begitoe besar?" Bagemana djika orang toewanja adalah seorang perampok sukses? Apakah anak terseboet aken dikeloewarkan dari ITB? Apakah pekerdjaan dan penghasilan orang toewa itoe indikator soewatoe anak laiak diterima beladjar di ITB? Saia iakin tidak.
Sangat kasihan djika anak sang perampok-soekses ditolak masoek Oeniversitat, sedangkan hanja bapaknja iang djahat, tapi anaknja djoestroe orang baik-baik. Kerna ik sangat bentji orang iang mengelompokkan orang berdasarkan pekerdjaan dan gadji iang ia terima. Ada pepatah Djepang iang menjeboetkan, Sesonggoehnja pekerdjaan iang baik itoe adalah dimana orang itoe dapat merasa njaman dan merasa poewas aken hatsil apa iang dia telah kerdjaken di sitoe. Sedangkan gadji itoe hanjalah bonoes belaka. Tida ada artinja gadji besar kalaoe kita tida menjoekai pekerdjaan kita.
Djadi semestinja itoe kampoes gadjah tida semestinja meminta data-data keloewarga iang notabene hal-ichwal terseboet adalah matsalah sensitif bagi sebagian orang. Ingat! Oeroesan keoewangan seseorang itoe adalah privasi. Tida sepatoetnja orang laen mengetahoewinja. Hal ini ik pikir malah djoestroe mengoewatkan pandangan, stigma en paradigma negatif masjarakat bahoewa telah terdjadi partikelirisasi di kampoes Gadjah terseboet. kalaoe maimang iang dikehendaki oleh ITB itoe hanja wang, ITB tida ada oebahnja dengan oeniversitat-oeniversitat di amerika iang telah ik tjeritaken pada awal toelisan. Tida hairan sekarang di sepandjang djalan Ganesa dan depan Masdjid Salman selaloe penoeh mobil. Moengkin sekarangpoen bisa dihitoeng dengan djari djoemlah poetra-poetri dari daerah iang masoek ITB itoepoen. |
ditoelis samah cyclers tatkala 7/31/2007 08:35:00 PM  |
|
| 5 Kommentaar: |
-
setuju!kesannya itu mereka ga percaya kita bisa dpt uang sgitu drmana..trus emg ngefek yah kl mmg itu dr uang hasil nyuri?trus dikeluarin dr itb gitu kita?
ato jgn2 mereka mo liat kita masih bisa ga di mintain duit lg yg lbh banyak tiap taun..biar income nya si i te bleh jd lbh besar..(biar si gajah bisa lbh gendut lagi)
data2 ekonomi kyk gitu kan privasi bgt..
-
setujuu banget! buat apa kta ngumpulin data2 pribadi gtuuh. sepupu gw aja bp3 nya lbih rendah dri bp3 awal kita. ITB agaknya nyari duit..
-
ja begitoelah keadaan pendidikan indonesia. Sepertinja sekarang inih maoe negeri maoe swasta, sama sahadja itoepoen...
-
haroesnjah marika orang, dalam kasoes inih instituut gadjah poenjah gaija, pake oeteg marikah sedikit sadja bahwasanjah di oost-indie inih ijang bisa baijar f 45 djoeta pastilah orang ijang mampoe, pake sahadja logika sederhana...
ik djahadi bingoeng, ini universiteit gopernemen atawa antek kapiitalist poen ?
-
itb PTN yang sangat aneh.........
yang paling banyak gaya
|
| |
| << Home |
| |
|
|
setuju!kesannya itu mereka ga percaya kita bisa dpt uang sgitu drmana..trus emg ngefek yah kl mmg itu dr uang hasil nyuri?trus dikeluarin dr itb gitu kita?
ato jgn2 mereka mo liat kita masih bisa ga di mintain duit lg yg lbh banyak tiap taun..biar income nya si i te bleh jd lbh besar..(biar si gajah bisa lbh gendut lagi)
data2 ekonomi kyk gitu kan privasi bgt..