| Selasa, Agustus 07, 2007 |
| PilkadaL Djakarta |
Besok adalah hari dimana seloeroeh warga Djakarta (ketjoewali iang belon kedaptar di daptar pemilih ataoe diaorang iang golpoet) menggoenakan hak soewaranja sebahage warga negara iang baek dalam rangka memilih merekaorang poenja Govenoor van Djakarta inih.
Dan pada Pilkada kali inih, terdapat doewa orang pasangan tjalon Govenoor en Wakil Govenoor iang bertaroeng. Iaitoe koeboe Adang Daradjatun-Dani Anwar iang merekaorang didjagokan oleh Partai Keadilan Sedjahtera, dan Fauzi Bowo-Prijanto iang merekaorang didoekoeng oleh kowalisi 19 Partiij besar maoepoen ketjil iang memiliki sekitar 70% koersi di DPRD DKI Djakarta. Dalem toelisan inih, ik aken mentjoba mengoelas mengenai pentjalonan kedoewa tjalon serta peloewangnja.
Pada sekitar boelan Febroewari, sebenernja pertaroengan tjalon Governoor mengeloewarkan beberapa nama. Diantaranja (selaen Fauzi Bowo dan Adang Daradjatun), ada Agum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja, Faisal Basri, bahkan aktor kondang Rano Karno. tapi beberapa nama trachier itoe malah toembang kerna berbahage lobi iang telah mereka lakoekan kandas di tenga djalan kerna partai-partai besar tidak memilih mereka dan lebi memilih mendjalankan kowalisi.
Dalam pentjalonan govenoor en wakil govenoor, tentoe mereka mesti meraih doekoengan partiij politiek goena memperoleh tiket ke tingkat KPU. Partiij Keadilan Sedjahtera iang maimang soedah memiliki tjalon doeloewan, iaitoe Adang Daradjatun, tentoe mempoenjai tjoekoep koersi di DPRD DKI (18 Koersi) sehingga mereka bisa melenggang masoek mentjalonkan diri sendiri.
Dalam pentjalonan Fauzi Bowo, terlihat sekali euphoria aken keperkasaan PKS dalam mengoewasai beberapa daerah teroetama di Djadetabek. Seperti terlihat di Pilkada Depok, iang soedah dari djaoe-djaoeh hari memenangkan Nurmahmudi Ismail, kandidat dari PKS. Begitoepoen pada Pilkada Banten. Meskipoen pasangan iang dioesoeng PKS kalah, tapi selisih soewara mereka hanja 7%. Di Pilkada Kaboepaten Bekasi, Tjalon dari PKS djoega menang.
Massa PKS memang terbilang tjoekoep solid dalam menggalang doekoengan, ditambah poela anggotanja iang lojal. Melihat hal terseboet, dari partai-partai besar timboellah pemikiran , djika partai-partai besar lebih memilih mendjagokan tjalonnja sendiri-sendiri, maka di atas kertas soedah pasti PKS iang menang. Lihatlah Pemiloe 2004 laloe, dimana koersi terbesar DPRD DKI diperoleh oleh PKS. Oleh karena itoe, timboelah pemikiran dari 20 partai oentoek "mengerojok" PKS iang telah memiliki tjalon sendiri, dengan mendjagokan Fauzi Bowo.
 Kandidat
Pertaroengan politik praktis seperti inih maimang sering berkembang baek dalem Pilkada maoepoen Pemiloe. Dan pada masa itoe, terlihat keadaan lebih berpihak pada Adang Daradjatun. Posisi dirinja iang seolah "dikerojok" itoelah iang kini ditjitrakan terhadep dirinja. Hal ini ik katakan mengoentoengkan kerna djika dikelola oleh manajemen konflik iang lebih baik, boekan tidak moengkin Adang aken menjedot simpati loewas.
Begitoelah perilakoe pemilih di Indonesia saat ini. Lihat pemiloe president 2004, dimana pada saat itoe tjalon Presiden dari Partei Demokrat, iang sekarang mendjahadi President, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ditjitrakan didjepit dan pada achiernja menimboelkan simpati di masjarakat dan berboentoet kemenangan. Ditambah poela strategi daripada masing-masing tim soekses oentoek menjedot doekoengan dari berbahage pihak.
Pertaroengan merekaorang dalem mereboet simpati rakjat oeda berlangsoeng sedjak lama, bahkan sedjak setahoen sebelom pilkada berlangsoeng. Melaloei berbahage propaganda, Adang Daradjatun misalnja, diaorang manfaatin djabatannja sebahage Ketoewa Perhimpoenan Donor Darah oentoek menarik minat masjarakat, sedangkan Fauzi Bowo memanfaatkan djawatannja sebahage Ketoewa Badan Narkotika Propinsi DKI, Ketoewa Nahdatoel Oelama DKI, dan djoega Ketoewa Badan Moesjawarah Masjarakat Betawi oentoek menarik doekoengan masjarakat.
Di mata masjarakat, djelas nama Fauzi Bowo lebih kawentaar ketimbang nama Adang Daradjatun. Maimang sampai saat pentjalonan Pilkada DKI, Fauzi masih mendjabat sebahage Wakil Governoor DKI Djakata. Dan dimata ik, pada masa-masa mendjelang Pilkada, Baliho dan djoega spandoek iang bergambar Fauzi Bowo tiba-tiba sahadja mangkin banjak. Dan dia mengatasnamakan sebahage Wakil Governoor DKI Djakarta. Berbahage kalangan menganggap hal iang dilakoekan Fauzi Bowo adalah seboewah Adji Moempoeng. Ditoeding dengan menggoenakan dana Pemda DKI, ia melaksanakan propaganda-propaganda terseboet.
Setelah masa pentjalonan selese, dan (soedah pasti) hanja terkoempoel doewa nama, moelailah kedoewa pasangan tjalon terseboet menempel poster-poster, spanduk, baliho, dan stiker di seloeroeh pendjoeroe Djakarta. Djargon dan misi-misi iang merekaorang tawarken poen sangat tjepat diterima di telinga masjarakat. Adang misalnja, memboewat djargon "Ajo Benahi Djakarta!" dan Fauzi Bowo "Djakarta Oentoek Semoewa"
Dalam pemilihan kata-kata spandoek poen ada pertimbangan politis. Lihatlah kata "Djakarta Oentoek Semoewa" milik koeboe Fauzi Bowo. Sangat djelas menggambarkan bahoewa mereka menjindir koeboe Adang kerna mereka pikir pentjalonan Adang hanja aken mengoentoengkan pihak tertentoe, dalam hal ini oemat islam (lebi khoesoes lagi PKS). Tim soekses Adang poen tida maoe ketinggalan membikin Djargon "Djakarta warna-warni", seboewah pesan iang memiliki arti bahoewa Adang djoega mendjoendjoeng tinggi proeralisme.
Ditjitrakan kedjepit, koeboe Adang poen memanfaatkannja dengan membikin iklan "Dikerojok rame-rame, Adang-Dani pilihankoe." begitoepoen Fauzi Bowo, dengan mengklaim dirinja sebahage orang iang telah lama berketjimpoeng di doenija birokrasi Djakarta, Foke memboewat iklan "Serahkan Djakarta pada ahlinja".
Perang Spandoek dan djoega kampanje hitam roepanja tidak pernah loepoet dari doenija Pilkada. Sempat terlihat di podjok-podjok Djakarta, di djalan-djalan ketjil dan letak iang agak tersemboenji, terdapat berbahage spandoek iang berisikan black campaign terseboet. Seperti: "Ahlinja, kemane adje ngkong?", "Oentoek membenahi djakarta tidak perloe Ahlinja", dan "Beraninja maen kerojokan". Semoewanja itoe dari koeboe Adang.
Koeboe Fauzi poen ternjata memiliki bahasa iang lebih kedjam. Di depan stasioen Djatinegara, doewa hari iang laloe ik liat ada poster iang toelisannja kira-kira begini: "Djika anda Golpoet, maka Adang menang. Djakarta aken dikoewasain PKS. Ooooh Seraaam!", ada djoega iklan di TV iang kalaoe tidak salah ada kata-kata: "Bandjir kok dibenahin." Bahken mereka sempat membikin seboewah koran "Djakarta Oentoek semoewa", iang isinja ada doewa boewah artikelen black campaign terhadap koeboe PKS dan Adang Daradjatun. Tak pelak hal ini mengoendang kemarahan dari pendoekoeng-pendoekoeng Adang.
Terlepas dari black campaign oleh kedoewa belah pihak tim soekses, roepanja warga Djakarta sendiri lebih bidjak dalem menentoekan pilihannja masing-masing. Terlihat dari berbahage soervei iang diselenggarakan oleh beberapa institoesi. Dan haroes dimakloemi, tingkat golpoet dalem pilkada kali ini aken tjoekoep tinggi. Alesannja, Djakarta itoe poesatnja tokoh-tokoh nasionaal. Mengapa tjalonnja hanja ada doewa? Dan kedoewanja poen dirasa tidak pantas oleh kaum golpoet oentoek memimpin Djakarta inih.
Ditambah lagi, kesiboekan warga djakarta iang sangat padat, memboewat mereka tidak sempat mentjari taoe apa, siapa, bagemana dan seperti apa tjalon governoor mereka itoe. Dan dalam hal ini, hal iang tjoekoep efektif oentoek mengenal kedoewa pasangan tjalon adalah atjara "Mengoedji sang Kandidat" dan djoega "Debat Poeblik Pilkada Djakarta" iang diselenggarakan oleh Metro TV.
Ik poen, kerna penasaran, hanja bisa menonton lewat televisi bagemana penampilan kedoewa pasangan tjalon terseboet. Dan setelah ik membandingkan setjara objektiip, maka ik bisa ambil kesimpoelan Iaitoe: Penampilan Adang-Dani lebih bagoes ketimbang Fauzi Prijanto.
Ini poin-poinnja:
1. Ketika mendjawab pertanjaan, terlihat pasangan Adang-Dani setjara spontan mendjawabnja, dan pembagian djatah mendjawab antara Tjalon dan Wakil Tjalon sangat seimbang. Bole dibilang Adang 55%, Dani 45%. Kesigapan pasangan ini sangat bagoes. Sedangkan pasangan Fauzi-Prijanto, perloe waktoe djeda sekitar 2-5 detik oentoek mendjawab djawabannja. Sehingga terkesan tidak siap. Ditambah porsi mendjawab iang "One Man Show". Fauzi 90%, Prijanto 10%. Tak Seimbang. Perloe diingat. Tjagoeb dan Tjawagoeb adalah satoe kesatoewan. Tida boleh djalan sendiri-sendiri.
2. Djawaban-djawaban Adang-Dani lebih bersifat teknis, walaoepoen retoris. Dan dalam bentoek konkrit apa iang akan mereka lakoekan. Sedangkan djawaban Fauzi (ik tidak menoelis Fauzi-Pri, karena sepertinja iang djawab hanja Fauzi Bowo sadja) hanja menekankan bagemana keahlian iang dimilikinja kerna dia itoe soedah lama berketjimpoeng di Birokrasi Djakarta. Tidak banjak mendjelaskan langkah konkrit. Djawaban poen banjak iang tidak njamboeng dengan pertanjaan. Tjitra sombong Fauzi Bowo semakin terlihat di dalam debat poeblik ini.
Itoelah iang ik lihat dari pandangan mata. Meskipoen entah apakah bisa dipegang kata-kata merekaorang pada selama kampanje berlangsoeng. Iang djelas, ik hanjalah ORANG BEKASI iang tidabisa memilih besok. Ik setjara objektif lebih tjondong merekomendasikan oentoek memilih Adang Daradjatun-Dani Anwar. Ik menggoenakan pendekatan personal dalem menentoekan pilihan inih, dalam artian lebih melihat kompetensi masing-masing pasangan Tjalon governoor dan Tjalon wakil governoor sebahage seboewah kesatoewan. Boekan berdasarkan dari partai mana dia didoekoeng.
Tapi pilihan terserah pada Anda, Warga DKI Djakarta, iang mempoenjai hak pilih. Memilih Golpoet poen silahkan sahadja kerna itoe tidak dilarang. Semoga siapapoen iang menang nanti lebih berpihak pada Rakjat. Dan keberhasilan Djakarta aken berpengaroeh djoega terhadep keberhatsilan daerah-daerah penjangga laennja seperti Depok-Tangerang-Bekasi. Mangka itoe, Pilihlah pilihan iang menoeroet anda adalah terbaik. Goenakan hak pilih dengan bidjak.
Tabik
Warga Pinggiran Djakarta iang sebentar lagi pindah ke Bandoeng.
(Terimakasih oentoek Pemda Djakarta kerna telah meliboerkan tanggal 8 Agoestoes. Kesempatan ini aken ik manpaatkan boewat pindahan ke koost-koostan di Bandoeng. :P) |
ditoelis samah cyclers tatkala 8/07/2007 02:39:00 PM  |
|
| 4 Kommentaar: |
-
Bagus skali! Kamu bisa jadi ahli sejarah! =)
-
ik saloet en bole atjoengin kitaorang poenjah djempol. Pasalnjah, analisa koweorang bole dikatakeun tepat, dalam kasoes ini ja'toe ttg kampanje...
adang-dani maimang oenggoel daqlam diaorang poenjah djawaban2 riil en trobosan methode kampanje
*ik tida berma'soed oentoe' mendoekoeng kandidaat manapoen, hanjah analisa politiek sahadja
-
pulang dari bandung pagi2 tgl 8 maren, dan sempet nyoblos bareng rangga...:)
-
Selamat Menjadi Orang Bandung ! nampaknya Jakarta akan kehilangan satu lagi Warganya *selain saya maksunya* ^_^
|
| |
| << Home |
| |
|
|
Bagus skali! Kamu bisa jadi ahli sejarah! =)