| Selasa, Juli 31, 2007 |
| Oeniversitat van Kapiitalist |
Tadi siang, ik sempet menonton atjara "Absolute 2020" di Metro TV. Di atjara itoe sedang diberitaken mengenai doenia pendidikan di Amerika Sjarikat. Roepanja tjaroet-maroet doenia pendidikan tida hanja terdjadi di Nagri Indonesia kita tertjinata inih. Sebenernja, berbitjara tjaroet-maroet doenia pendidikan, setiap negara sehaibat apapoen pasti mempoenjai hal seperti itoe. Tapi iang terdjadi di Amerika, menoeroet lipoetan "Absolute 2020" sangat mentjengangkan.
Iang pertama, di Amerika, seorang atlet olahraga, baek itoe atlet Football, Rugby, Basket atawa Softball, dianggap orang soetji oleh sekolah mereka kerna mereka itoe laksana pahlawan. Makloem, penghargaan terhadep atlet di Amerika sangatlah besar. Djadi, sebesar apapoen kesalahan baek itoe kesalahan iang bersipat kriminil iang dilakoekan oleh seorang atlet, nistjaia pengadilan aken meringankan hoekoeman si atlet bahkan membebaskannja.
Pihak sekolah poen berlakoe seperti itoe. Walaoepoen dia atlet, djika dia melakoekan pemerkosaan, djoestroe sang korban iang dikeloewarkan dari sekolah, boekannja si atlet itoe. Kerna itoe tadi, atlet dipandang sebahage orang soetji. Mangka itoe tida heran djika para Atlet-peladjar dan djoega atlet amatiran maoepoen profesional di nagri onkel Sam itoe, soeka berlakoe se-enak mereka, seperti memerkosa, merampok, keboet-keboetan di djalan, dan laen-laen.
Salah satoe iang diwawantjara, adalah satoe mantan mahasiswi University of Collorado, diaorang doeloe mantan atlet football iang pada soewatoe malam diperkosa oleh doewa orang atlet Rugby pada satoe pesta sekolah. Sebenarnja diaorang tida dikeloewarkan dari kampoes sampe diaorang memberikan kesaksian di pengadilan bahoewa masih ada doewa orang siswi iang diperkosa setjara belgiliran pada pesta itoe. Kerna kesaksian itoe, beasiswanja di University of Collorado ditjaboet, dan dia haroes poetoes sekolah. "They do it just like wearing a clothes and go exercise." katanja.
Lipoetan kedoewa, mengenai banjaknja siswa-siswa iang sebenernja pinter en djenioes diaorang poenja otak, tetapi kerna diaorang poenja ekonomi sebahage menengah kebawah, maka diaorang tersingkir oentoek bisa masoek salah satoe Oeniversitat terkenal di Amerika seperti Harvard, Stanford, Yale, Collorado, bahkan MIT. Dalem lipoetan itoe dipaparkan bagemana pihak Oeniversitat lebih memilih anak-anak orang kaia ketimbang merekaorang iang pinter.
Mereka selaloe memasoekkan anak-anak direktoer peroesahaan besar ataoe anak-anak mereka iang namanja terpampang di madjalah Forbes ataoe madjalah Time sebahage 400 orang terkaia di Amerika. Melihat hal ini, Rektor University of Duke mengakoei, setiap tahoennja mereka menerima 50% mahasiswa baroe iang ditolak dari Oeniversitas-oeniversitas terkenal di Amerika kerna masalah finansial.
Hal ini sebenernja soedah tidak asing lagi bagi kita iang idoep di Indonesia. Meskipoen tidak separah di Amerika. Kerna njatanja Oeniversitat Negeri terkenal di Indonesia sekaliber UI/ITB sahadja maoe menerima mahasiswa iang berkemampoewan finansial paas-paasan melaloei djaloer beasiswa/kemitraan. Inilah sebahagemana satoe pepatah Djawa bilang: "Djer Basoeki Mawa Beja" iang berarti: "Orang iang maoe pintar itoe haroes memboetoehkan biaja."
...sesoeng- goehnja gadjih dari pekerdjaan koweorang itoe hanjalah seboewah bonoes itoepoen ... Ik maoe tjerita sedikit mengenai apa iang ik alamin sebahage tjalon mahasiswa baroe di Institoet Teknologi Bandoeng (ITB) itoepoen. Seperti iang oeda diketahoewin, ITB setiap tahoennja selaloe mengadakan Oedjian Saringan Masoek/USM baik itoe terpoesat maoepoen di daerah. Dan ik kebetoelan ikoet iang di daerah, tepatnja di Djakarta. Dan Alhamdoelillah, ik dapet dan lolos sebahage tjalon mahasiswa baroe djoeroesan Arsitektoer.
Dengan membajar SDPA (Soembangan Dana Pengembangan Akademik) atawa bahasa kasarnja Wang Pangkal, iang menoeroet oekoeran keloewarga kami sangat mahal itoe, (Rp. 45djoeta), ik mendjahadi sjah diterima di ITB. Dan seboelan iang laloe, bertepatan dengan waktoe SPMB, seloeroeh tjalon mahasiswa iang berasal dari USM baik terpoesat maoepoen daerah diharoeskan mendaftar oelang di Saboega (Sasana Boedaia Ganesha) ITB. Disitoe dikoempoelkan berbahage persjaratan iang soedah ditentoekan seperti Foto, STTB, SKH-UN SMA, dll.
Nha, pada boelan Agoestoes tepatnja tanggal 1 besok, ik diharoeskan kombali lagih ke Bandoeng dengan membawa persjaratan laen iang menoeroet ik poenja bapa-iboe adalah melanggar atoeran hoekoem dan privasi. Diantaranja: Rek. Listrik, Rek. Telpon, PBB (seloeroehnja 3 boelan terachier). Apa goenanja itoe? Ditambah lampiran Slip Gadji orang toewa poela! Sepengetahoewan ik dan orang-toewa ik, di Oeniversitat laen tida ada hal-hal matjem begitoe. Apa pihak ITB masih tidak pertjaia djoega, bahwa kami ini mahasiswa iang (boekannja sombong) berasal dari kalangan iang bisa dibilang tjoekoep mampoe? Apa pihak ITB masih tidak mempertjaiai kami iang telah membajar SDPA iang begitoe mahal?
Di UI (Oeniversitat Indonesia) sahadja, hal itoe (meminta data ekonomi keloewarga) dilakoekan semata-mata karena besaran SDPA iang berlakoe antar mahasiswa dapat berbeda berdasarkan tingkat ekonominja. Hal itoe wadjar berlakoe. Perloe diingat, ik sebahage tjalon mahasiswa baroe di ITB itoe tida hanja modal dengkoel! Banjak pertimbangan-pertimbangan sebeloem ik memoetoeskan ikoet test di kampoes Gadjah itoe. Termasoek pertimbangan biaja! Ik pikir orang toewa ik soedah memboewat kepoetoesan dengan risiko besar ketika mempebolehkan ik masoek ITB. Termasoek resiko Biaja djoega. Orang toewa ik tentoenja soedah memikirkan djoega kedepannja nanti bagemana.
Teroes terang hal itoe sangat menjinggoeng perasaan ik poenja orang toewa. Kami boekannja sombong, tapi kami seakan tidak dipertjaia. Ditambah lagi peratoeran-peratoeran iang tertjantoem di kertas-kertas iang diberikan ITB banjak iang poenja nada mengantjam. Seperti: "Ketidaklengkapan data akan mempengaruhi Biaya Semester 1 dan 2" So what? Oeroesan berapa rekening listrik, telpon dan PBB keloewarga itoe, boekan meroepakan hak soewatoe Oeniversitat komersial oentoek mengetahoewinja. Ketjoewali, kaloe dia itoe adalah satoe akademi iang dibiajai pemerentah, seperti AKIP, AIM, AKMIL, AKPOL, IPDN, ataoe AAU. Itoe masih bisa dimakloemi kerna pemerintah djangan sampe ketjolongan membiajai orang mampoe menggoenakan oewang rakjat. (Walaoepoen biasanja iang masoek akademi-akademi itoe adalah anak para birokrat petinggi Instansi dimaksoed).
Ik tida bisa baiangkan bagemana sikap orang toewa calon mahasiswa iang mereka adalah Direktoer BUMN (Salah satoe tjalon mahasiswa baroe 2007 ada iang Orang toewanja adalah Direktoer Bank besar), ataoe Direktoer peroesahaan besar. Pasti merasa dipermainkan. Mereka djoega pasti aken berpikir: "Apa tida tjoekoep dipertjaia kami iang telah membajar SDPA iang begitoe besar?" Bagemana djika orang toewanja adalah seorang perampok sukses? Apakah anak terseboet aken dikeloewarkan dari ITB? Apakah pekerdjaan dan penghasilan orang toewa itoe indikator soewatoe anak laiak diterima beladjar di ITB? Saia iakin tidak.
Sangat kasihan djika anak sang perampok-soekses ditolak masoek Oeniversitat, sedangkan hanja bapaknja iang djahat, tapi anaknja djoestroe orang baik-baik. Kerna ik sangat bentji orang iang mengelompokkan orang berdasarkan pekerdjaan dan gadji iang ia terima. Ada pepatah Djepang iang menjeboetkan, Sesonggoehnja pekerdjaan iang baik itoe adalah dimana orang itoe dapat merasa njaman dan merasa poewas aken hatsil apa iang dia telah kerdjaken di sitoe. Sedangkan gadji itoe hanjalah bonoes belaka. Tida ada artinja gadji besar kalaoe kita tida menjoekai pekerdjaan kita.
Djadi semestinja itoe kampoes gadjah tida semestinja meminta data-data keloewarga iang notabene hal-ichwal terseboet adalah matsalah sensitif bagi sebagian orang. Ingat! Oeroesan keoewangan seseorang itoe adalah privasi. Tida sepatoetnja orang laen mengetahoewinja. Hal ini ik pikir malah djoestroe mengoewatkan pandangan, stigma en paradigma negatif masjarakat bahoewa telah terdjadi partikelirisasi di kampoes Gadjah terseboet. kalaoe maimang iang dikehendaki oleh ITB itoe hanja wang, ITB tida ada oebahnja dengan oeniversitat-oeniversitat di amerika iang telah ik tjeritaken pada awal toelisan. Tida hairan sekarang di sepandjang djalan Ganesa dan depan Masdjid Salman selaloe penoeh mobil. Moengkin sekarangpoen bisa dihitoeng dengan djari djoemlah poetra-poetri dari daerah iang masoek ITB itoepoen. |
ditoelis samah cyclers tatkala 7/31/2007 08:35:00 PM  |
|
|
|
| Rabu, Juli 25, 2007 |
| Movie: Alone |
Hari sabtoe iang laloe, stela pada doewa hari sebeloemnja ik ditelpon oleh ik poenja kawan, si Heggi, bahoewa diaorang poenja kekasih bole ndapetin itoe 50 tiket nonton gratis di blitzmegaplex van radio Prambors, ik bole dapet kesempatan diadjak menjaksiken saboewah film horror van nagri gadjah poetih, iaitoe ALONE. (Loemajan boewat mengisi liboeran.)
 NO ONE WANTS TO BE... ALONE
Kerna hari ini adala premiernja film terseboet di blitzmegaplex, djadi ik kassie resensi boewat koweorang pada iang maoe nonton itoe film poen. Soepaja tida menjesal paas keloewar dari theaternja. En soepaja tida menjesal di kemoedian hari.
Film ini bertjerita tentang sepasang kembar siam, bernama Pim dan Ploy. Mereka tersamboeng di toeboeh bagian peroet. Karena soewatoe alasan, pada achiernja merekaorang berpisah toeboeh. Dan Ploy meninggal pada saat merekaorang dipisahken.
(OPENING SITUATION) Seoul, Korea Selatan. Ditjeritaken bahoewa hari itoe Pim beroelangtahoen iang ke 31 dan teman-temannja kassie surprise atawa kedjoetan pesta ketjil-ketjilan. Di sela-sela pesta ketjil itoe, kawan Pim bikin satoe permainan ramal. Dan disitoe diramalkan bahoewa Pim akan mendapetkan sesoewatoe iang boeroek. Kawan pim terseboet poen bertanja: "Apakah kaoe perna mengingkari seboewah djandji besar?" Pim tida mendjawabnja, kerna dia dan sedjoemlah kawan-kawannja iang laen hanja menganggap ramalan kartoe itoe sebage seboewah permaenan sadja. Tida perloe dianggap serioes
Tiba-tiba ada seboewah telepon dari seboewah roema sakit di Thailand iang mengabarkan bahoewa Iboe Pim haroes dirawat di roema sakit dan mengharoeskan Pim beserta kekasihnja, Wee, haroes koembali ka Thailand (Pim dan Wee telah menetap di Seoul). Iboe Pim terkena Stroke. Tida bisa bitjara dan bergerak.
(GENERATING CIRCUMSTANCES) Setelah menemoei dokter di roema sakit, Pim dan Wee koembali ka roemah Orangtoewa Pim. Roemah itoe sangat besar, dan toewa. Di roemah inilah doeloe Pim dan Ploy hidoep bersama. Pim dan Ploy dahoeloe sempat berdjandjie, bahwa mereka tidak akan berpisah sampai mati. Dari roemah inilah kemoedijan Pim mengalami beberapa kedjadian aneh. Moelai dari moentjoelnja baiangan Ploy di tjermin, goeling tidoer iang beroebah mendjadi majat Ploy, sampe jenazah Ploy iang bergelantoengan di roewangan tidoer.
(RISING CONFLICT) Moelanja Pim hanja menganggap ini seboewah imadjinasie. Tapi Pim moelai menjalahkan dirinja. "Akoe iang memboewat Ploy meninggal", katanja. Wee poen achiernja menjadari semoewa keanehan iang menimpa Pim. Dan memperkenalkan temannja, seorang pskiater pada Pim. Pim pada moelanja marah. Tetapi atas boedjoekan Wee dan Pskiater terseboet, Pim achiernja maoe berkonsoeltasie dengan si Pskiater.
(CLIMAX) Roepanja, pskiater dianggap oleh Pim tida mampoe mengatasi permasalahannja. Kerna ia masih sahadja teroes didatangi oleh arwah Ploy. Bahkan Pim sampai membakar seloeroeh badjoe-badjoe mereka pada saat masih menjatoe bersama dahoeloe.
Djalan keloewarnja, sepertinja mereka haroes kembali lagi ke Seoul. Dengan begitoe moengkin Pim tida akan lagi melihat baiangan dan hantoe Ploy. Tapi niat itoe tergandjal kerna Iboe Pim masih sakit dan tida bisa dibawa ke Seoul. Walaoepoen dipindah ke roemah sakit di Seoul sekalipoen, kerna kondisienja sangat lemah.
(CONFLICT DOWN) Lama kelamaan, moeak atas segala keanehan dan kedatangan arwah Ploy, Wee memutuskan mengoeroes kepindahan Iboe Pim ke Seoul, entah bagaimana tjaranja haroes bisa dipindah. Wee sampai haroes memboedjoek dokter. Di sela-sela lobinja ke dokter, Wee melihat Iboe Pim ingin mengatakan sesoewatoe. Dan Wee mendengarnja.
(FLASHBACK) Kemoedian, ditjeritakan bagemana Pim dan Ploy bisa berpisah. Doeloe, Pim dan Ploy berada di satoe roemah sakit iang sama dengan tempat Wee dirawat. Bakat menggambar Wee tersaloerkan ketika melihat ketjantikan Pim. Pada achiernja, Wee sering menggambar sepasang kembar siam itoe. Wee tidak moengkin menjoekai kedoewanja. Wee hanja menjoekai Pim. Pim poen berperasaan sama. Tapi Ploy tjemboeroe. Bahkan pada saat kepoelangan Wee dari roemah sakit, Ploy menghalang-halangi Pim untuk bertemoe dengan Wee.
Wee menitipkan seboewah goeloengan kertas bergambar Pim iang sedang doedoek seorang diri. Ketika melihatnja, Ploy mendjadi geram dan merobek-robek gambar itoe. Pim dan Ploy poen mendjadi sering bertengkar. Pada achiernja mereka ingin berpisah badan. Tapi Ploy tidak maoe. Pim teroes memaksa. Ploy iang tida tahan, pada achiernja mentjekik Pim sampai mati. Karena Pim mati, mereka achiernja dipisahkan.
(CLIMAX II) Wee mengikoeti perkataan iboe Pim. Wee pergi ke koeboeran Ploy. Alangkah terkedjoetnja Wee ketika melihat siapa nama iang ada di batoe koeboeran. Tertoelis disitoe "Pim Wattanakul 1975-1990". Djadi selama ini, ternjata iang telah meninggal adalah Pim, boekan Ploy. Ploy telah meroebah diri mendjadi Pim, dengan melepas katjamata, dan memboewat goresan di tangan seperti tangan Pim. Semoewa itoe dilakoekan hanja karena Ploy menginginkan tjinta Wee.
Wee kembali ke roemah dengan perasaan tjampoer-adoek. Ploy (masih dalam samaran mendjadi Pim) mengatakan bahoewa Iboenja telah meninggal sedjam iang laloe. Kondisinja tiba-tiba memboeroek. (Padahal, Ploy telah memboewat iboenja sendiri meninggal dengan mentjaboet selang nafas). Pim (Ploy) mengatakan bahwa Iboenja sempat mengatakan sesoewatoe koetika maoe meninggal. Tetapi tida djelas.
Kata Wee: "Akoe telah mengetahoei apa iang dia (Iboe) katakan. Apa kaoe khawatir akan apa iang akan dia katakan kepadakoe?" Wee poen langsoeng to the point: "Siapa Namamoe?" Tapi Ploy tidak djoega mengakoe. "Namakoe Pim..." Wee iang telah kesal membeberkan semoeanja. "Djadi, kalian berpisah karena akoe?" kata Wee. "Mengapa kamoe tega, padahal itoe soedara kamoe sendiri." Wee meninggalkan Ploy. Tapi Ploy tiba-tiba menghantam Wee dengan benda toempoel sampai Wee pingsan, dan mengikatnja.
Ketika Wee tersadar, Ploy menghampirinja iang sedang terikat di koersi. Ploy mentjeritakan keketjewaannja. Mengapa semoewa orang mentjintai Pim, sedangkan Akoe tidak, katanja. "Kaoe djoega! Mengapa kaoe tidak bisa mentjintaikoe padahal kami begitoe mirip? Mengapa kaoe beroebah membentjikoe setelah mengetahoei akoe ini Ploy?". Ploy poen sempat menoesoekkan djaroem soentik ketika aken memberikan insoelin kepada Wee iang terkena diabetes itoe. Dan djaroem itoe ditinggalkan di peroet Wee.
Kekedjaman Ploy terganggoe kedatangan pembatoe mereka, Noi, iang kembali ke roemah kerna ponselnja tertinggal. Ploy menemoei Noi. Kesempatan itoe digoenakan Wee oentoek beroesaha melepas ikatan tali. Oesaha itoe berhasil. Tetapi roepanja Ploy telah menjiram seisi roemah dengan bensin. Bahkan Noi poen diboenoehnja. Kata Ploy: "Keloewarlah! ataoe roemah ini koebakar!" Pada akhirnja, mereka berdoewa bergoemoel. Ploy mentjekek Wee. Tapi tiba-tiba, dalam pandangan Ploy, Wee terlihat seperti Setan Pim. Ploy iang kaget poen moendoer. Wee menjelamatkan dirinja. Tapi Ploy menjerboenja lagi dengan benda-benda keras. Wee poen akhirnja mendjatoehkan seboewah lemari ke diri Ploy. Ploy poen terperangkap oleh lemari kajoe itoe.
(ENDING) Wee langsoeng keloewar roemah. Sedangkan Ploy masih terperangkap dalam lemari. Dari bawah kaki Ploy, sosok majat Pim tiba-tiba merangkak naik sampai moeka-bertemoe-moeka. Ploy mendjerit. Api poen achiernja membakar lemari itoe. Ploy pada akhirnja meninggal djoega.
(CLOSING) Wee mendatangi makam kedoewa kembar itoe. tertoelis: "Pim Wattanakul 1975 - 1990, Ploy Wattanakul 1975 - 2006"
END
Kommentaar ik : Film iang loemajan bagoes tjeritanja, tida terpakoe pada tjerita takhajoel (bandingkan dengan film horror Indonesia!). Kemoentjoelan hantoe-hantoenja sering mengagetkan, dan sosok hantoenja poen loemajan seram. Film ini menekankan tjerita iang koewat dibanding horrornja. Seperti film horror Thailand sebeloemnja (Shutter) iang disoetradarai oleh soetradara iang sama, Film ini memboetoehkan penalaran pada saat menontonnja dan memboewat penonton ikoet berpikir apa iang sebenernja sedang terdjadi. |
ditoelis samah cyclers tatkala 7/25/2007 03:20:00 PM  |
|
|
|
| Rabu, Juli 18, 2007 |
| SHIBALLO HAN-GUK-INEUN! |
Djoedoel diatas itoe adalah satoe kalimat dalem bahasa korea iang dia poenja arti: "F**KIN KOREA!!". Kalimat itoe, djika banjak orang iang taoe, moengkin aken dioetjapken berkali-kali waktoe merekaorang kloewar dari Stadion Oetama Gelora Boeng Karno Senajan, tadi malem.
Begitoe ik kloewar dari GBK tadi malem, massie sahadja itoe kalimat ik oempatken en pisoeh berkali-kali. Begimana tida? Soeda ik bela-belain meloentjoer dari roema djam stenga empat dari ik poenja roema, troes ik patjoe itoe motor en achiernja sampe di Senaian djem Stenga Lima sore, Oeda begitoe, penonton menggila! En ik bole dapet kartjis masoek dari tjalo iang moestinja ia poenja harga 25000 didjoewal mendjadi 50000 itoe poen...
 My Ticket!
Sebenernja diaorang nawarin pertama sebesar 75000, tapi kerna ik liat diaorang poenja gelagat sebage orang Djawa, langsoeng sahadja ik bilang: "WIS TO, SEKeT WAE!" (Oeda lah, Gotjap Sadja!). Begitoe dia denger ik ngomong pake bahasa Djawa, langsoeng dikassie itoe kertjis poen.. Hahaha.. Roepanja pada saat seperi inih massie ada goenanja itoe bahasa Djawa poen..
Ik langsoeng antri ka pintoe masoek, en ambil bendera ketjil iang dia poenja toelisan: "DI KANDANG KITA HARUS MENANG!"
 KITA HAROES MENANG!!!
Ik masoek lewat pintoe iang ada patoeng memanah, deket Hotel Atlet itoe poen. Motor oeda ik parkier di Ratoe Plaza. Pemeriksaan sangat ketat. Ik kepisah dari Dhani, Iqra samah Onta iang diaorang oeda masoek doeloean dengan membeli kertjis seharga 75000. Ik tida taoe bole beli berapa diaorang pada dari tjalo itoe poen...
 Kiri-kanan: Dhani, Iqra, Onta
Ik achiernja masoek sendirian, Masoek lewat Gate IV, Sektor 7A, Row Q, Seat 05. (Oeda bisa ditebak, ik pasti tida doedoek disitoe, kerna ada iang nempatin). Berhoeboeng ik liat massie ada tempat kosong deket-deket sitoe, ik doedoek sahadja disitoe. Sepertinja ik doedoek diantara Barudak en Bobotoh Persib itoe poen. Kerna ngomongnja pake basa Soenda semoewa. Hahaha..
Tiada apa poen. Biarpoen begitoe, Ik terbawa atmosfer penonton iang bersemangat itoe, en sempet menjanjiken beberapa jel-jel chaas Indonesia.
Diantaranja: JO.. AJOO.. AJOO GARUDA... KOE INGIN... KITA HAROES MENANG....!!
 Soewasana GBK tempat ik doedoek
Iang djelas, Gol iang ditjiptaken oleh Korea itoe tida bermoetoe itoe poen! Kaia tida gol. Oeda gitoe wasitnja rada-rada oeteg oedang itoe! Ik poen sedikit ketjewa kerna permainan Timnas Indonesia tida kaia paas lawan Arab. Koerang "Menggigit". Dan banjak salah pengertian antar pemain. Ditamba lagie, sepertinja Badjoe berwarna Poetih-Hidjaoe tida membawa hoki itoe poen. Lebi berkharisma Badjoe Merah-Poetih!
Shiballo Han-guk-ineun!
Selesai pertandingan, ik achiernja ketemoe lagi samah Dhani, Iqra en Onta itoepoen. Merekaorang di depan Sektor 9. Kitaorangpada foto narsis doeloe itoe poen.
 Iqra, Ik, Dhani, Onta
Dan paas djalan maoe keloewar, di sektor 12 ada satoe hal iang memboewat setiap orang iang lewat melirik ke mereka itoe poen. Iaitoe Soeporter Potjong! Dan ini moengkin salah satoe penjebab Indonesia kalah itoe poen! Masa ada potjong nonton Bola! Bisa bawa Sial itoe poen!
 Pocong kok nonton bola!
Biarpoen kalah, para soeporter Indonesia tetep memberikan jel-jel en kassie semangat iang tinggi kepada Timnas kita iang tela berdjoewang semaksimal moengkin. Moengkin di laen waktoe kita aken lebi bagoes lagi.
Amin |
ditoelis samah cyclers tatkala 7/18/2007 11:49:00 PM  |
|
|
|
| Selasa, Juli 17, 2007 |
| Liboeran iang Menjedihkan |
Doewa minggoe trachier inih sepertinja ik oeda melewatken beberapa moment bersamah kawan-kawan ik iang mana mereka semoewa pada ngadjakin djalan2. Oentoeng tiada dapet diraih, malang tiada dapet ditolak itoe poen... Kebanjakan dari adjakan merekaorang adala djalan-djalan iang mana misti memboetoehkan wang oentoek bisa ngelakoeinnja. En ik tida memiliki tjoekoep wang oentoek bisa pergi itoepoen..
Iang namanja liboer seperti inih, tiada kerdjaan di sekolah maoepoen di roemah, soeda barang tentoe ik poenja orang toewa tida kassie ik wang sakoe. Blon lagih, di pertengahan taoen matjem inih, soeda barang tentoe djoega beliaoe berdoewa banjak pengeloewaran seperti baiar ik poenja wang masoek koelijah, ik poenja kakak poenja wang semesteran, en ik poenja sepoepoe iang djoega bareng ik maoe koelijah di salah satoe Pergoeroean Tinggi Pariwisata di Djakarta inih.
Ndilalahnja, dalem koeroen waktoe belakangan inih, banjak sekali iang kassie adjak ik djalan-djalan baik itoe ke Mall, ke Poentjak, ke Doefan, sampe Nonton Piala Asia.
Senen Minggoe laloe, pagi-pagi ik misti ka Sekola boewat ambil itoe Idjasah en STTB boewat tanda ik loeloes SMA itoe poen. Siangnja ik poenja kawan, si Erry, kassie traktier ik samah kawan-kawan kerna diaorang beroelangtaoen pada itoe hari poen. Achiernja kitaorang poen diadjak nonton "Die Hard 4" ka Plaza Semanggi. Kerna ini gratis poen, ik tjoema kloewarin wang boewat ongkoost.
Malemnja, ik poenja kawan iang baroe poelang AFS dari Amerika, Dina kassie ik SMS:
"Go, Sblm lo ama Ayu pergi ke bdg, kt hrs jln yah sama2! klo bsk ato rebo gmn? He3,, sori yah mendadak"
Pada moelanja ik menjanggoepin itoe adjakan kerna ik massie poenja wang walaoepoen pas-pasan. Tapi Raboe paginja ik misti batalin kerna ik bangoen kesiangan en tiba-tiba sakit peroet. Oeda barang tentoe si Dina ngambek itoe poen. (maaf ja Dina...)
Hari Djoem'atnja, sebenernja ada Prom Nite angkatan ik (satoe Sekola) di sala satoe hotel di Kemang. Tapi mengingat ik oeda mengetahoein bakal kaia apa itoe Prom Nite poenja atjara, ik tida dateng. En ik malemnja malah pegi ka ik poenja kawan poenja roema, si Tomi, di daerah Bangka, iang notabene deket samah itoe tempat Prom Nite, tapi iapoen tida dateng. Kitaorang ber-8 malahan bermaen-maen, ngelawak2 en djajoes2an kaia orang gila. Dibandingkan ikoet prom, blom karoewan bagoes, iang ada, iang ik liat dari ik poenja kawan poenja rekaman di handycamnja (kebetoelan diaorang ngerekam prom sedikit), seperti biasa, iang kenal tjoema koempoel samah iang kenal sahadja. Djadi malah berkelompok-kelompok. Basi!
En paas ik di roema Tomi poen, paas ik make internetnja boewat Chatting, ternjata banjak djoega iang tida dateng itoe poen. Iang dateng katanja tida njampe seratoes orang. Di YM (Yahoo! Messenger) ik samah ik poenja kawan2 iang tida ikoet prom malah adain Chat Conference. En iang sebeloemnja ngomongin en menghoedjat-hoedjat prom, malah berkembang djadi rentjana nonton Piala Asia.
Soeda barang tentoe rentjana nonton Piala Asia itoe tida djadi poen. Melihat keadaan en berita iang troes dipantaoe di televisi, soeda tida moengkin boewat langsoeng dapetin tiket pada hari sabtoe, atawa on the spot itoe poen. Oedjoeng-oedjoengnja, kitaorang pada nonton di roema masing-masing. Hahaha.
Rentetan adjakan beloem berakhier. Ik poenja kawan sekelas paas kelas doewa, Adrian, kirim SMS ka ik:
"Ex XI IPA E, Kita mau kumpul2 main ke dufan hari selasa besok (17 Juli). Yg bisa dtg, kbrin gw ya, thx"
Makjaaaang. Ik berkata dalem hati: "Liboer-liboer tida poenja wang kaia ginih banjak banget tawaran-tawaran djalan bareng?" Sampe-sampe ik ditelpon sama si Adrian boewat boedjoek ik soepaja ikoet. Pada achiernja hari ini, ik tida djadi ikoet kerna bangoen kesiangan ditambah tida poenja wang. Padahal sebeloemnja ik oeda bilang ka Ery, bakalan ikoet. Oeroesan wang, ik ambil sahadja di ATM, ik pikir. Paling2 djika ik poenja iboe taoe, ik aken dimarahin itoe poen. Kerna wang iang ada di ATM itoe boekan wang milik ik, tapi wang titipan ik poenja iboe iang bole dipake tjoema paas daroerat.
 Dompet Kosong...
DAAAAN, Pagi ini, ik dapet tawaran lagi itoe poen. SMS dari ik poeja kawan, si Onta itoe poen.
"Go, bsk mo nonton Indo vs Korsel ga bsk? gw mo bli tiketnya nih. Gw bayarin dulu. Ama Redbull 6999"
Watricht! Kenapa tawaran troes berdatangan poen? Sedangkan wang tida ada? Hoehoehoe...
Ja soedah lah, ik bales sahadja:
"Nitip deh, bsk gw ganti. Yg 15rb aje ya.. Mentok yg 35. Kl tinggal 75 ma 200, g usah."
Hahaha.. Matilah awak! Alamat bakal pake wang ATM itoe poen...!
En siang ini lagi, ada tawaran lagi poen, adjakan perpisahan klaas ik. klaas XII IPA G. Sms dateng dari Dechi.
"IPA G.. Qta perpisahan d puncak tanggal 20,21,22. Tolong sms gw siapa aja yg bs ikut.. Kl nga punya pulsa telepon k rumah gw.. Gw butuh kepastian..hiks hiks.."
Nada SMSnja itoe pasti nada-nada froestasi kerna pasti iang ikoet tjoema sedikit. Ditambah lagi SMS iang dateng dari Fhafa.
"Teman,Biaya nginep 3 Hr Sbesar 120rb Ada yg Kberatan tdk? Klo kelebihan akan DPake Utk Mmbeli Cindramata Utk Bu ELLY a.n. Kelas/qta bg rata. Klo mw byr Hub Dechi"
Sepertinja di otak en koeping ada iang berbisik: "Oedah, ikoet adja.. Ikoet adja.." Tapi di hati berkata lain: "Wang darimana?" GODVERDOMME ZIG! WAARDELOOS!
Hadoeh.. sampe-sampe ik poenja sepoepoe bilang ka ik, "Oeda, boenoeh-boenoehin adja koweorang poenja temen, biar ga ada iang adjak lagi.."
Oedah gitoe, Dechi sempet telpon poela, ik bilang sahadja lagih bokek! En dia malah bilang aken oesahain biar abisnja tida terlaloe banjak. Ik bilang sahadja: "Ja, ik oesahakan ikoet.." Entah apapoen kenjataannja nanti.. Hahahaha..
Maimang dalem keadaan liboer seperti ini serba salah. Di roemah bosen, di loewar tiada wang. Ik penginnja djadi tjepet-tjepet masoek koelijah biar poenja wang lagih.
Sial...! |
ditoelis samah cyclers tatkala 7/17/2007 04:34:00 PM  |
|
|
|
| Jumat, Juli 13, 2007 |
| Test Ride |
Pagi inih, ik moelain lagih satoe kegemaran ik iang oeda tertoenda koerang lebi satoe setenga taoen, Iaitoe nae' Viets
Doeloe, pas ik masi klaas doewa, ik seneng sekalih iang namanja tiap ari minggoe pagih djalan ka monas nae' sepeda. Ik mentjoba berbage roete weg. Dari roema ik di daerah Bintara, troes lewat Pondok Kopie, troes lempeng ka Meester Cornelis atawa Djatinegara itoe, kemoedijan Matraman, Proklamasie, Menteng, Soedirman, Thamrin, berakhier di Monas.
Tapi, semendja ik poenja viets roesak troes, moengkin kerna tida koewat diapoenja Spare Parts ichwal ik slaloe adjak djalan djaoeh, ik tida perna lagi pergi djaoeh nae' sepeda seperti doeloe. Nha, ini ari poen, kekangenan itoe terbales soedah.
Ole kerna itoe, ik misti adaptasie samah keadaan ik poenja badan en otot iang moelai kendoer kerna semendjak UAN selese, ik tida perna lagi olahraga. Total djendral oeda doewa boelan ik di roema troes kerdjanja tjoema makan-tidoer-en boker. Arep dadi opo kowe nang.. nang.. (maoe djadi apa kamoe nak.. nak..)
Pertama ik kajoeh itoe Viets baroe poen, (kerna itoe ik kassie djoedoel toelisan inih sebahage Test Ride itoe poen), di dengkoel ik amat kerasa ngiloe, kerna ik oeda tida perna lagi ngajoeh sepeda apalagi sampe djaoeh moengkin poen.
Achiernja, ik langsoeng brenti paas setenga djam ik ngajoeh ik poenja viets, tepatnja di depan Hotel Prodeo Tjipinang, tempat pelakoe berbage matjem kasoes kriminaal iang abis diadilin di pengadilan mendjalanin hoekoeman marika orang poen.
 Depan LP Tjipinang, 6:32 AM
Setla itoe, ik landjoetin kajoehan ka djatinegara, matraman, belok ka Proklamasie, troes ik ambil djalan asal-asalan di daerah Menteng. Iang pasti, ik lewatin djalan Teuku Umar en GSS Ratoelangy. Di daerah menteng, sempet djoega ketemoe bebrapa orang iang ngedjalanin Bike to Work. Sampe-sampe oeda di deket djalan Sabang en kemoedian masoek Soedirman. ik moeter ka arah monas di Doekoeh Atas, sebla Stasioen Soedirman pertjis.
Paas maoe masoek Soedirman lagih, ik sempet tertawa diatas penderitaan orang laen. Photo ini oeda tjoekoep mendjadi pendjelasan poen...
 Soedirman, 7:10 AM
Sepoeloe menit kemoedijan... sampelah ik di MONAS!! Lama bener ik tida kesini.
 Hai Monas!, 7:20 AM
Setla poewas ngeliatin monas sambil ngelemesin otot tangan, ik meloentjoer lagih keloewar lewat pintoe Barat Daja iang penoeh dimasoekin orang-orang kerjawan dari Departement Perhoeboengan.
Roete Balik: Soedirman - Djl.Blora - Djl.Latoeharhari - Manggarai - Boekit Doeri (Lewat Sekolah dong..) - Makan sebentar di Boeboer Ajam Boekit Doeri Tandjakan - Attahirijah - Casablanca - Lempeng troes sampe Pondok Kopie - Home Sweet Home. Moesti dimakloemin kerna itoe adalah perdjalanan poelang, waktoe iang ditempoeh lebi pandjang 10 menit mendjadi satoe setenga djam. Dengan sisa-sisa tenaga ik iang masie ada di dengkoel, ik kajoeh sekoewat tenaga en achiernja sampe roema djam 9 pagi. Langsoeng disamboet Ketoepat Sajoer. Mantap Kali... Laziz!
Sekian doeloe tjerita kali ini. InsjaAllah minggoe depan, kaloe dengkoel mengidjinkan, ik aken ke kawasan kota Toewa di Djakarta Kota.
Tabik |
ditoelis samah cyclers tatkala 7/13/2007 02:54:00 PM  |
|
|
|
| Jumat, Juli 06, 2007 |
| Ramalan Sialan |
Makanja dari doeloe, ik tida perna begitoe pertjaia samah iang namanja ramalan itoe poen...
SOMPRET!!

You are The Devil
Materiality. Material Force. Material temptation; sometimes obsession
The Devil is often a great card for business success; hard work and ambition.
Perhaps the most misunderstood of all the major arcana, the Devil is not really "Satan" at all, but Pan the half-goat nature god and/or Dionysius. These are gods of pleasure and abandon, of wild behavior and unbridled desires. This is a card about ambitions; it is also synonymous with temptation and addiction. On the flip side, however, the card can be a warning to someone who is too restrained, someone who never allows themselves to get passionate or messy or wild - or ambitious. This, too, is a form of enslavement. As a person, the Devil can stand for a man of money or erotic power, aggressive, controlling, or just persuasive. This is not to say a bad man, but certainly a powerful man who is hard to resist. The important thing is to remember that any chain is freely worn. In most cases, you are enslaved only because you allow it.
What Tarot Card are You? Take the Test to Find Out. |
ditoelis samah cyclers tatkala 7/06/2007 02:40:00 PM  |
|
|
|
|
|