| Jumat, Agustus 24, 2007 |
| HIATOES |
Bebrapa minggoe trachier inih roepanja ik oeda tida bisa terlaloe lengang en sering-sering noelis blog lagih. Kerna ik masi penjesoewaian samah djadwal koelijah Arsitektoer iang menggila poen...
djadi ik memoetoeskeun oentoek:
HIATOES
Tjoekoep sekijan en terimakasie...
MERDEKA!! HUT KE-62 RI! PERKOEWAT KESATOEWAN!! DJALESVEVA DJAJAMAHE !!(Lho??) |
ditoelis samah cyclers tatkala 8/24/2007 10:45:00 PM  |
|
|
|
| Selasa, Agustus 07, 2007 |
| PilkadaL Djakarta |
Besok adalah hari dimana seloeroeh warga Djakarta (ketjoewali iang belon kedaptar di daptar pemilih ataoe diaorang iang golpoet) menggoenakan hak soewaranja sebahage warga negara iang baek dalam rangka memilih merekaorang poenja Govenoor van Djakarta inih.
Dan pada Pilkada kali inih, terdapat doewa orang pasangan tjalon Govenoor en Wakil Govenoor iang bertaroeng. Iaitoe koeboe Adang Daradjatun-Dani Anwar iang merekaorang didjagokan oleh Partai Keadilan Sedjahtera, dan Fauzi Bowo-Prijanto iang merekaorang didoekoeng oleh kowalisi 19 Partiij besar maoepoen ketjil iang memiliki sekitar 70% koersi di DPRD DKI Djakarta. Dalem toelisan inih, ik aken mentjoba mengoelas mengenai pentjalonan kedoewa tjalon serta peloewangnja.
Pada sekitar boelan Febroewari, sebenernja pertaroengan tjalon Governoor mengeloewarkan beberapa nama. Diantaranja (selaen Fauzi Bowo dan Adang Daradjatun), ada Agum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja, Faisal Basri, bahkan aktor kondang Rano Karno. tapi beberapa nama trachier itoe malah toembang kerna berbahage lobi iang telah mereka lakoekan kandas di tenga djalan kerna partai-partai besar tidak memilih mereka dan lebi memilih mendjalankan kowalisi.
Dalam pentjalonan govenoor en wakil govenoor, tentoe mereka mesti meraih doekoengan partiij politiek goena memperoleh tiket ke tingkat KPU. Partiij Keadilan Sedjahtera iang maimang soedah memiliki tjalon doeloewan, iaitoe Adang Daradjatun, tentoe mempoenjai tjoekoep koersi di DPRD DKI (18 Koersi) sehingga mereka bisa melenggang masoek mentjalonkan diri sendiri.
Dalam pentjalonan Fauzi Bowo, terlihat sekali euphoria aken keperkasaan PKS dalam mengoewasai beberapa daerah teroetama di Djadetabek. Seperti terlihat di Pilkada Depok, iang soedah dari djaoe-djaoeh hari memenangkan Nurmahmudi Ismail, kandidat dari PKS. Begitoepoen pada Pilkada Banten. Meskipoen pasangan iang dioesoeng PKS kalah, tapi selisih soewara mereka hanja 7%. Di Pilkada Kaboepaten Bekasi, Tjalon dari PKS djoega menang.
Massa PKS memang terbilang tjoekoep solid dalam menggalang doekoengan, ditambah poela anggotanja iang lojal. Melihat hal terseboet, dari partai-partai besar timboellah pemikiran , djika partai-partai besar lebih memilih mendjagokan tjalonnja sendiri-sendiri, maka di atas kertas soedah pasti PKS iang menang. Lihatlah Pemiloe 2004 laloe, dimana koersi terbesar DPRD DKI diperoleh oleh PKS. Oleh karena itoe, timboelah pemikiran dari 20 partai oentoek "mengerojok" PKS iang telah memiliki tjalon sendiri, dengan mendjagokan Fauzi Bowo.
 Kandidat
Pertaroengan politik praktis seperti inih maimang sering berkembang baek dalem Pilkada maoepoen Pemiloe. Dan pada masa itoe, terlihat keadaan lebih berpihak pada Adang Daradjatun. Posisi dirinja iang seolah "dikerojok" itoelah iang kini ditjitrakan terhadep dirinja. Hal ini ik katakan mengoentoengkan kerna djika dikelola oleh manajemen konflik iang lebih baik, boekan tidak moengkin Adang aken menjedot simpati loewas.
Begitoelah perilakoe pemilih di Indonesia saat ini. Lihat pemiloe president 2004, dimana pada saat itoe tjalon Presiden dari Partei Demokrat, iang sekarang mendjahadi President, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ditjitrakan didjepit dan pada achiernja menimboelkan simpati di masjarakat dan berboentoet kemenangan. Ditambah poela strategi daripada masing-masing tim soekses oentoek menjedot doekoengan dari berbahage pihak.
Pertaroengan merekaorang dalem mereboet simpati rakjat oeda berlangsoeng sedjak lama, bahkan sedjak setahoen sebelom pilkada berlangsoeng. Melaloei berbahage propaganda, Adang Daradjatun misalnja, diaorang manfaatin djabatannja sebahage Ketoewa Perhimpoenan Donor Darah oentoek menarik minat masjarakat, sedangkan Fauzi Bowo memanfaatkan djawatannja sebahage Ketoewa Badan Narkotika Propinsi DKI, Ketoewa Nahdatoel Oelama DKI, dan djoega Ketoewa Badan Moesjawarah Masjarakat Betawi oentoek menarik doekoengan masjarakat.
Di mata masjarakat, djelas nama Fauzi Bowo lebih kawentaar ketimbang nama Adang Daradjatun. Maimang sampai saat pentjalonan Pilkada DKI, Fauzi masih mendjabat sebahage Wakil Governoor DKI Djakata. Dan dimata ik, pada masa-masa mendjelang Pilkada, Baliho dan djoega spandoek iang bergambar Fauzi Bowo tiba-tiba sahadja mangkin banjak. Dan dia mengatasnamakan sebahage Wakil Governoor DKI Djakarta. Berbahage kalangan menganggap hal iang dilakoekan Fauzi Bowo adalah seboewah Adji Moempoeng. Ditoeding dengan menggoenakan dana Pemda DKI, ia melaksanakan propaganda-propaganda terseboet.
Setelah masa pentjalonan selese, dan (soedah pasti) hanja terkoempoel doewa nama, moelailah kedoewa pasangan tjalon terseboet menempel poster-poster, spanduk, baliho, dan stiker di seloeroeh pendjoeroe Djakarta. Djargon dan misi-misi iang merekaorang tawarken poen sangat tjepat diterima di telinga masjarakat. Adang misalnja, memboewat djargon "Ajo Benahi Djakarta!" dan Fauzi Bowo "Djakarta Oentoek Semoewa"
Dalam pemilihan kata-kata spandoek poen ada pertimbangan politis. Lihatlah kata "Djakarta Oentoek Semoewa" milik koeboe Fauzi Bowo. Sangat djelas menggambarkan bahoewa mereka menjindir koeboe Adang kerna mereka pikir pentjalonan Adang hanja aken mengoentoengkan pihak tertentoe, dalam hal ini oemat islam (lebi khoesoes lagi PKS). Tim soekses Adang poen tida maoe ketinggalan membikin Djargon "Djakarta warna-warni", seboewah pesan iang memiliki arti bahoewa Adang djoega mendjoendjoeng tinggi proeralisme.
Ditjitrakan kedjepit, koeboe Adang poen memanfaatkannja dengan membikin iklan "Dikerojok rame-rame, Adang-Dani pilihankoe." begitoepoen Fauzi Bowo, dengan mengklaim dirinja sebahage orang iang telah lama berketjimpoeng di doenija birokrasi Djakarta, Foke memboewat iklan "Serahkan Djakarta pada ahlinja".
Perang Spandoek dan djoega kampanje hitam roepanja tidak pernah loepoet dari doenija Pilkada. Sempat terlihat di podjok-podjok Djakarta, di djalan-djalan ketjil dan letak iang agak tersemboenji, terdapat berbahage spandoek iang berisikan black campaign terseboet. Seperti: "Ahlinja, kemane adje ngkong?", "Oentoek membenahi djakarta tidak perloe Ahlinja", dan "Beraninja maen kerojokan". Semoewanja itoe dari koeboe Adang.
Koeboe Fauzi poen ternjata memiliki bahasa iang lebih kedjam. Di depan stasioen Djatinegara, doewa hari iang laloe ik liat ada poster iang toelisannja kira-kira begini: "Djika anda Golpoet, maka Adang menang. Djakarta aken dikoewasain PKS. Ooooh Seraaam!", ada djoega iklan di TV iang kalaoe tidak salah ada kata-kata: "Bandjir kok dibenahin." Bahken mereka sempat membikin seboewah koran "Djakarta Oentoek semoewa", iang isinja ada doewa boewah artikelen black campaign terhadap koeboe PKS dan Adang Daradjatun. Tak pelak hal ini mengoendang kemarahan dari pendoekoeng-pendoekoeng Adang.
Terlepas dari black campaign oleh kedoewa belah pihak tim soekses, roepanja warga Djakarta sendiri lebih bidjak dalem menentoekan pilihannja masing-masing. Terlihat dari berbahage soervei iang diselenggarakan oleh beberapa institoesi. Dan haroes dimakloemi, tingkat golpoet dalem pilkada kali ini aken tjoekoep tinggi. Alesannja, Djakarta itoe poesatnja tokoh-tokoh nasionaal. Mengapa tjalonnja hanja ada doewa? Dan kedoewanja poen dirasa tidak pantas oleh kaum golpoet oentoek memimpin Djakarta inih.
Ditambah lagi, kesiboekan warga djakarta iang sangat padat, memboewat mereka tidak sempat mentjari taoe apa, siapa, bagemana dan seperti apa tjalon governoor mereka itoe. Dan dalam hal ini, hal iang tjoekoep efektif oentoek mengenal kedoewa pasangan tjalon adalah atjara "Mengoedji sang Kandidat" dan djoega "Debat Poeblik Pilkada Djakarta" iang diselenggarakan oleh Metro TV.
Ik poen, kerna penasaran, hanja bisa menonton lewat televisi bagemana penampilan kedoewa pasangan tjalon terseboet. Dan setelah ik membandingkan setjara objektiip, maka ik bisa ambil kesimpoelan Iaitoe: Penampilan Adang-Dani lebih bagoes ketimbang Fauzi Prijanto.
Ini poin-poinnja:
1. Ketika mendjawab pertanjaan, terlihat pasangan Adang-Dani setjara spontan mendjawabnja, dan pembagian djatah mendjawab antara Tjalon dan Wakil Tjalon sangat seimbang. Bole dibilang Adang 55%, Dani 45%. Kesigapan pasangan ini sangat bagoes. Sedangkan pasangan Fauzi-Prijanto, perloe waktoe djeda sekitar 2-5 detik oentoek mendjawab djawabannja. Sehingga terkesan tidak siap. Ditambah porsi mendjawab iang "One Man Show". Fauzi 90%, Prijanto 10%. Tak Seimbang. Perloe diingat. Tjagoeb dan Tjawagoeb adalah satoe kesatoewan. Tida boleh djalan sendiri-sendiri.
2. Djawaban-djawaban Adang-Dani lebih bersifat teknis, walaoepoen retoris. Dan dalam bentoek konkrit apa iang akan mereka lakoekan. Sedangkan djawaban Fauzi (ik tidak menoelis Fauzi-Pri, karena sepertinja iang djawab hanja Fauzi Bowo sadja) hanja menekankan bagemana keahlian iang dimilikinja kerna dia itoe soedah lama berketjimpoeng di Birokrasi Djakarta. Tidak banjak mendjelaskan langkah konkrit. Djawaban poen banjak iang tidak njamboeng dengan pertanjaan. Tjitra sombong Fauzi Bowo semakin terlihat di dalam debat poeblik ini.
Itoelah iang ik lihat dari pandangan mata. Meskipoen entah apakah bisa dipegang kata-kata merekaorang pada selama kampanje berlangsoeng. Iang djelas, ik hanjalah ORANG BEKASI iang tidabisa memilih besok. Ik setjara objektif lebih tjondong merekomendasikan oentoek memilih Adang Daradjatun-Dani Anwar. Ik menggoenakan pendekatan personal dalem menentoekan pilihan inih, dalam artian lebih melihat kompetensi masing-masing pasangan Tjalon governoor dan Tjalon wakil governoor sebahage seboewah kesatoewan. Boekan berdasarkan dari partai mana dia didoekoeng.
Tapi pilihan terserah pada Anda, Warga DKI Djakarta, iang mempoenjai hak pilih. Memilih Golpoet poen silahkan sahadja kerna itoe tidak dilarang. Semoga siapapoen iang menang nanti lebih berpihak pada Rakjat. Dan keberhasilan Djakarta aken berpengaroeh djoega terhadep keberhatsilan daerah-daerah penjangga laennja seperti Depok-Tangerang-Bekasi. Mangka itoe, Pilihlah pilihan iang menoeroet anda adalah terbaik. Goenakan hak pilih dengan bidjak.
Tabik
Warga Pinggiran Djakarta iang sebentar lagi pindah ke Bandoeng.
(Terimakasih oentoek Pemda Djakarta kerna telah meliboerkan tanggal 8 Agoestoes. Kesempatan ini aken ik manpaatkan boewat pindahan ke koost-koostan di Bandoeng. :P) |
ditoelis samah cyclers tatkala 8/07/2007 02:39:00 PM  |
|
|
|
| Kamis, Agustus 02, 2007 |
| Ke Bandoeng |
Hm.. Masih tjapek. Badan pegal-pegal.
Kemaren dari Bandoeng daftar oelang di Saboega, berangkat pagi (dari Djakarta) en poelang sore (dari Djakarta).
Sampe terminal Leuwipandjang, ik langsoeng nae' damri djoeroesan Dago. Kerna ragoe dengan bisnja, ik bertanja kepada orang di samping ik:
"Maap boe, ini ke dago ja" "Ja benar, maimang maoe kemana?" "Maoe ke saboega." "Aye naon di saboega tea?" "Daptar oelang ITB" "Loh, boekan iang dari SPMB ja? SPMB kan baroe besok malam pengoemoemannja" "Ja boekan, iang dari mandiri" "Oh, iang 40 djoeta ja?" "Ija... " troes ik diem.
Kemoedian pertanjaan beroebah drastis:
"Oedah poenja koost-koostan beloem?" "Soedah, di Toebagoes Ismail Dalam..." "Oh, ini kaloe maoe pindah koost, kita poenja koost-koostan, di deket UNPAD, dipatioekoer." (sambil ik dikassie kertas alamat) "Ja nanti ik pikir-pikir doeloe" Troes ik dikassie kertas alamat koost-koostannja. dan sepandjang djalan merekaorang berdoewa teroes-teroesan mentjeritakan mengenai koost-koostannja, harga, fasilitas, dan laen-laen.
Gile bener... kaia'nja kaloe ada kategori pekerdjaan "Pengusaha koost-koostan", orang Bandoeng aken menempati statistik paling tinggi. Begimana tida? sepertinja kaloe ketemoe orang iang baroe knaal, pasti menawarken koost-koostan.
Sampe simpang dago, ik ke tempat iboe koost sebentar, bajar oewang koost boelan agoestoes. Eh, kebetoelan iboe koost ik maoe ke bank mandiri di deket siliwangi, djadinja ik dianterinlah ke saboega. Haha.. Terima kassie Boe Foe'ad..
Sampe saboega, Prosesnja tjoekoep lama, begitoe ik sampe di saboega djam stenga sembilan pagi, ik langsoeng antre. antreannja lama. Oedah begitoe ik moesti issie lembar kendali, kassie liat idjazah SMA, persjaratan laen-laen, banjak.
Troes ke seboewah roewangan, ambil en kassie pengesjahan kartoe stoedi mahasiswa. Paas ik poenja kawan-kawan dari teknik kimia, teknik mesin, teknik indoestri, dan perminjakan melihat koerikoeloem SKS ik poenja kartoe stoedi, merekaorang pada bilang: "Apaan nih? koweorang tjoema beladjar gambar teroes? Tida ada fisikakimiakalkoeloes? Enak sekali?" Beloem tahoe sahadja merekaorang kaloe katanja toegas-toegas di Arsi itoe lebih berat.
Nha, pas ke roewangan berikoetnja, antreannja sampe satoe djam! Iaitoe antrean mbikin kartoe mahasiswa.
Oedah begitoe itoe oknuum BNI Saboega iang membikin lama diaorang poenja proses membikin kartoe mahasiswa. Diaorang salah kassie oeroet paas lagi koempoelin kartoe stoedi mahasiswa. Achiernja iang mestinja dateng belakangan dipanggil belakangan, ini iang belakangan antre dikassie kartoe mahasiswanja doeloean. Godverdomme Zig!
Selesai itoe soedah djam 2, teroes ambil djaket almamater, training, pakejan olahraga, dan kassie data penghasilan ekonomi orang toewa itoepoen. Selesai itoe, ik langsoeng ke Salman, sholat dzoehoer dan ashar, kemoedian makan di gelapnjawang, troes ke dago, noenggoe bis ke leuwipandjang.
Sebenernja kegiatan terseboet tida terlaloe bikin badan pegal. Tapi iang bikin pegal adalah ketika nae' bis dari Leuwipandjang ke Djakarta. Ik nae' Primadjasa djoeroesan lebak boeloes, en sepandjang djalan tol tjipoelarang, bis selaloe bergetar. diapoenja soespensi sangat keras. Tidoerpoen tida' njaman. beda dengan bis iang ik naekin pas berangkat. Ik dapet bis Lorena, sepertinja itoe bis AKAP antar poelaoe. kerna dibalik papan toelisan "Bandoeng-Djakarta", ada toelisan "Bandoeng-Boekittinggi-Padang".
Nha bedanja sangat djelas, kerna dia bis djaoeh, soespensinja tida sekeras primadjasa. bahkan sangat lemboet.
Djadi tips perdjalanan djaoeh menggoenakan Bis: tjari bis iang AKAP antar poelaoe, biasanja soespensinja tida sekeras bis djarak menengah seperti Djakarta-Bandoeng. |
ditoelis samah cyclers tatkala 8/02/2007 12:41:00 PM  |
|
|
|
|
|